Sesuaikan tampilan Anda
Setelan hanya berlaku untuk browser ini
Latar belakang
  • Terang
  • Gelap
  • Bawaan sistem
Iklan disini.

Kisah KH. Ihsan Dahlan Anak Nakal Menjadi Ulama Besar

Kisah KH. Ihsan Dahlan Anak Nakal Menjadi Ulama Besar

KH.Ihsan bin Dahlan Jampes (pengarang kitab Sirojut Tholibin, kakak KH. Marzuqi Dahlan) pada masa remajanya adalah sosok yang nakal. Kegemarannya menyaksikan pertunjukan wayang kulit dan bermain judi membuat dia keluyuran ke luar rumah hingga tengah malam. Meskipun sepulangnya keluyuran, dia mengaji sorogan kepada ayahandanya

Kenakalan Ihsan sangat menyusahkan neneknya, Nyal Isti'anah. Beliau sangat prihatin dengan perilaku cucunya yang dianggap keluar dari tradisi keluarga kiai yang selalu menonjolkan akhlakul karimah.

Suatu ketika Ihsan diajak neneknya ziarah ke makam kakek buyutnya, Syaikh Yahuda di Nogosari, Nglorok Pacitan. Setelah selesai membaca tahlil dan al quran, Mbah Nyai berdoa panjang dan sebelum pamit beliau matur kepada Syaikh Yahuda yang sudah wafat itu,

"Mbah Kiai, niki putu panjenengan, Ihsan. Menawi panggah nakal, panjenengan dungaaken mugi-mugi diparingi mati enom mawon." ("Mbah Kiai, ini cucu anda, Ihsan. Jika tetap nakal, anda doakan semoga diberi mati muda saja.")

Selang beberapa hari setelah ziarah, pada waktu tidur Ihsan bermimpi bertemu kakek tua memakai jubah panjang dan serban. Kakek itu membawa batu besar yang kemudian diarahkan mengenai kepala Ihsan hingga hancur dan berdarah darah.

Hingga akhirnya Ihsan tersentak kaget dan terbangun dari tidurnya. Terasa dalam benaknya perasaan takut luar biasa.

Setiap saat Ihsan selalu ingat ancaman kakek tua itu,
"Awas kalau terus nakal! Ngaji. Ngaji. Awas kalau tidak ngaji."
Konon kakek yang menemui dirinya dalam mimpi itu adalah Syaikh Yahuda, kakek buyutnya yang terkenal wali.

Semenjak mengalami mimpi itu, Ihsan tidak lagi berani keluyuran malam. Ada semacam dorongan kuat untuk pergi mengembara mencari ilmu.

Akhirnya Ihsan meminta restu kepada orang tua dan neneknya mencari ilmu di berbagai pesantren di tanah Jawa dan Madura, yang berhasil membuatnya menjadi sosok ulama besar dengan puluhan karangan kitab. Yang paling fenomenal adalah kitab Sirojut Tholibin. Kitab ini pernah dijadikan buku wajib untuk kajian post graduate di universitas Al Azhar Kairo Mesir.


Masa lalu yang hitam jangan membuat kita putus harapan untuk menjadi orang shalih dan orang berilmu.

Baca Juga
Posting Komentar